WCCE & Konferensi Ekonomi Kreatif Kelas Dunia

Selama konferensi, setidaknya 15 ratus peserta dari 30 negara berjanji untuk mempromosikan komitmen politik internasional yang lebih kuat untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam ekonomi kreatif. Di era globalisasi dan teknologi canggih ini, industri kreatif telah menjadi game changer. Sebagai salah satu sektor yang paling dinamis, ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di banyak negara, Triawan Munaf, ketua Bekraf, menyatakan dalam sambutannya pada WCCE pertama bertema Creative Inclusive dan ditutup dengan mengeluarkan rekomendasi yang disebut Bali Agenda for Creative Economy.

WCCE Pertama adalah yang pertama dari jenisnya untuk mengumpulkan semua pemangku kepentingan terkait ekonomi kreatif, termasuk pengusaha muda, akademisi, pejabat pemerintah, dan media. Pilih jasa SEO terpercaya yang ada di Indonesia.

Indonesia adalah pemilik resmi merek WCCE, dan konferensi ekonomi kreatif kelas dunia dapat diselenggarakan di luar negeri. Merek ini telah diakui oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD). Konferensi ini telah diakui, dan mereka berharap konferensi akan diadakan secara teratur, kata Munaf.

WCCE kedua akan diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada tahun 2020, menurut Munaf. Dubai dipandang sebagai lokasi yang cocok untuk mengadakan WCCE karena lokasinya yang strategis, ditambah dengan ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang baik. Selain itu, Indonesia, yang memiliki merek WCCE, ingin melihat negara yang telah berubah dari ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi kreatif.

Kami juga ingin melihat transformasi negara Arab, seperti Saudi, yang telah diubah dari minyak menjadi basis industri kreatif, katanya. Bogota, ibukota Kolombia, juga tertarik menjadi tuan rumah WCCE berikutnya.

Sementara itu, selama konferensi, Indonesia mengusulkan pembentukan pusat keunggulan untuk ekonomi kreatif.

Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memainkan peran yang lebih besar dalam pengembangan ekonomi kreatif global. Saya berharap WCCE dapat menjadi katalisator dalam mengumpulkan komitmen global untuk membentuk pusat keunggulan bagi ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan ekonomi global yang lebih baik dan inklusif, Munaf mengungkapkan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, co-host dari WCCE Pertama bersama dengan Munaf, dalam pidato pembukaannya menyatakan optimis bahwa Indonesia akan dapat menjadi modal ekonomi kreatif di wilayah Asia Tenggara.

Saya yakin bahwa Indonesia akan segera menjadi modal ekonomi kreatif regional di Asia Tenggara, kata Marsudi.

Dia mencatat bahwa warisan budaya Indonesia yang kaya memungkinkan negara untuk mengembangkan industri kreatif, fashion, kuliner, seni dan kerajinan, dan hiburan.

Sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi lebih dari 7,4 persen dari produk domestik bruto Indonesia (PDB).

Pada 2015, sektor ini telah memberikan kontribusi Rp852 triliun ke PDB, sementara pada 2016, angkanya mencapai Rp923 triliun, dan meningkat menjadi Rp990 triliun pada 2017. Angka tersebut diproyeksikan mencapai Rp1.000 triliun pada 2018.

Industri ekonomi kreatif telah menyerap hampir 17 juta pekerja, yang hampir 14 persen dari total tenaga kerja, dengan lebih dari 54 persen pekerja ekonomi kreatif adalah perempuan.




Leave A Comment