Ranking SEO Tidak Datang Dalam Hitungan Sekejap

Penurunan nilai tukar impor juga terlihat pada kelompok bahan pembantu yang mengalami kenaikan tingkat 2,5 persen menjadi 7,5 persen dan kelompok barang konsumen yang mengalami kenaikan tingkat 2,5 persen menjadi 10 persen. Devisa impor dari kelompok bahan pembantu turun dari US $ 15,99 juta menjadi US $ 9,65 juta dan devisa impor dari kelompok barang-barang konsumsi turun dari US $ 4,85 juta menjadi US $ 3,22 juta.

Secara keseluruhan, rata-rata valuta asing impor harian dari periode 1 Januari-12 September sebelumnya turun dari US $ 31,1 juta menjadi US $ 18,3 juta pada periode 13 September-11 November 2018.

Ranking SEO Tidak Datang Dalam Hitungan Sekejap. Buktikan semuanya di jasa seo Google. “Penurunan impor harian rata-rata setelah pengenaan kebijakan adalah 41,05 persen,” tambah Heru.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan 22 tarif impor PPh dan mengharuskan penggunaan biodiesel (B20) di dalam negeri untuk mengurangi impor dan defisit neraca transaksi berjalan.

Pusat Survei Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, optimistis masih ada peluang untuk menemukan cadangan minyak dan gas yang besar.

“Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kita masih memiliki potensi, tetapi saat ini, potensi simpanan besar terletak di lokasi berisiko tinggi,” kata Kepala Pusat Survei Geologi, Eko Budi Lelono, di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Kepala Divisi Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi di Pusat Survei Geologi, Edy Slameto, menambahkan bahwa eksplorasi di lokasi berisiko tinggi lebih sulit daripada yang dilakukan 30 atau 40 tahun yang lalu.

Dari penjelasan jasa seo, ini karena eksplorasi harus dilakukan di laut yang lebih dalam dengan metodologi dan teknologi eksplorasi yang lebih canggih.

“Upaya yang diperlukan lebih besar. Apakah kita masih memiliki kesempatan, saya yakin kita lakukan,” kata Edy setelah menghadiri seminar minyak dan gas 2018 berjudul “Berburu untuk Lapangan Minyak dan Gas Baru di Indonesia”.

Seminar minyak dan gas 2018 bertujuan untuk membahas dan menyebarkan data geologi dan geofisika dari Pusat Survei Geologi yang menunjukkan potensi hidrokarbon di daerah-daerah dengan potensi paling besar untuk memiliki cadangan minyak dan gas yang besar, yaitu Singkawang Barat dan Cekungan Kutai di Kalimantan, Cekungan Banyumas di Jawa Tengah, dan Agats Barat dan Boka di Papua.

“Maksud dari seminar ini adalah untuk menunjukkan data yang kita miliki, sehingga kontraktor akan memahami kondisi nyata di lapangan. Jika mereka ingin menjelajahi daerah tersebut, mereka tahu data apa yang bisa mereka dapatkan dari kita,” kata Eko.

Kontraktor yang tertarik untuk mengeksplorasi ladang minyak dan gas baru dapat menggunakan data yang disediakan oleh Pusat Geologi, menurut Edy.

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Khusus untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, mengatakan perusahaan minyak dan gas harus menemukan cadangan minyak dan gas yang besar.




Leave A Comment