Langkah Antisipatif Untuk Menghindari SEO Penalty

Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) telah mengingatkan pemerintah tentang perlunya memperhatikan inflasi atau harga pangan volatile akhir tahun. Peneliti INDEF, Riza Annisa Pujarama, menyatakan di sini pada hari Kamis bahwa inflasi di sektor makanan pada bulan Desember selalu lebih tinggi daripada inflasi umum dalam delapan tahun terakhir. Harga makanan biasanya mulai merangkak naik di bulan November dan mencapai puncaknya di bulan Desember.

Langkah Antisipatif Untuk Menghindari SEO Penalty. “Berdasarkan pola data pergerakan inflasi dari 2014 hingga 2017, inflasi pada harga barang selalu mulai meningkat di bulan November dan turun di bulan Januari. Ini memiliki potensi untuk terjadi lagi pada akhir 2018. Pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif sehingga kenaikan tidak akan terlalu tinggi, “kata Pujarama pada konferensi pers di sini.

Pada tahun 2018, inflasi dipicu oleh meningkatnya inflasi inti dan inflasi volatile goods. Depresiasi nilai tukar rupiah mendorong laju inflasi inti.

Cek jasa seo site:goo.gl. Ketika rata-rata nilai tukar rupiah melonjak pada Juli menjadi Rp14.400 per dolar AS, inflasi inti melonjak menjadi 0,41 persen, angka tertinggi selama Januari hingga Oktober 2018. Inflasi barang-barang volatile terutama terjadi karena lonjakan beberapa komoditas.

Sementara itu, inflasi harga yang dikelola pemerintah bergerak stabil di 2018. Hingga Oktober 2018, inflasi harga yang dikendalikan pemerintah bergerak relatif rendah dan stabil.

Ini karena pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik (TDL) pada tahun 2018, sehingga inflasi harga yang diatur pemerintah bergerak menjadi lebih stabil dan lebih rendah dari 2017.

Makanan dan makanan olahan seperti beras, daging, daging ayam pedaging, telur ayam, dan bumbu dapur telah memicu inflasi untuk barang-barang yang mudah menguap.

Ini juga berlaku di 2018; harga makanan ini sering melonjak dan mendorong inflasi umum.

Beras menjadi polemik pada 2018 karena data makanan tidak akurat, read the rest here. Harga telur dan daging ayam juga terus meningkat sejak Mei 2018 hingga Juli 2018 karena kurangnya pasokan telur dan daging ayam.

Pergerakan harga daging pada tahun 2018 relatif lebih stabil, meskipun mengalami sedikit peningkatan.

Wakil Direktur INDEF Eko Listyanto menambahkan bahwa penyebab utama inflasi makanan pada akhir tahun adalah karena perayaan keagamaan dan liburan akhir tahun.

Namun, apa pun penyebabnya, masyarakat membutuhkan kepastian harga yang stabil.

“Oleh karena itu, para pembuat kebijakan tidak dapat terus bergantung pada alasan-alasan ini. Harus ada keseriusan dari pemerintah untuk memutus siklus dan menemukan solusi sehingga harga pangan akan lebih terkontrol di akhir tahun,” kata Listyanto.




Leave A Comment