Investasi Asing Untuk UKM Masih Diperbolehkan?

Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi pada hari Jumat, di mana sejumlah area bisnis telah dihapus dari Daftar Investasi Negatif (DNI) untuk meningkatkan investasi dan meningkatkan jumlah industri. DNI adalah daftar area bisnis yang tertutup untuk investasi asing dan investasi baru. Oleh karena itu, ada kekhawatiran bahwa pengecualian dari DNI bidang bisnis tertentu akan mengorbankan kepentingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Investasi Asing Untuk UKM Masih Diperbolehkan? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyangkal tuduhan bahwa pemerintah mengizinkan investasi asing untuk beroperasi di daerah yang dirancang dengan tepat untuk bisnis dan koperasi UMKM.

Protes dan tuduhan muncul atas persepsi jasa seo yang salah atas empat bidang bisnis yang disesuaikan untuk UMKM dan koperasi di bawah DNI 2016.

Empat area bisnis termasuk industri pengelupasan umbi dan pembersihan; industri percetakan kain; industri rajutan, khususnya sulaman; dan outlet layanan internet.

Tidak mungkin bahwa investasi asing akan beroperasi di industri pengupas umbi dan pembersihan dan outlet layanan internet sebagai perusahaan investasi asing diperlukan untuk memulai bisnis dengan modal setidaknya Rp10 miliar. Bisnis jasa seo murah berkualitas itu bukan usaha kelas Rp10 miliar, catat Nasution.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan di Jakarta pada hari Senin (19 November) bahwa industri pembangunan dapat ditingkatkan jika investasi meningkat. Dengan demikian, pemerintah membuka area bisnis tertentu dalam daftar untuk menarik investasi.

Oleh karena itu, kebijakan relaksasi DNI diharapkan menghasilkan investasi baru yang pada gilirannya akan menghasilkan tambahan produk baru yang diproses dan bernilai tambah tinggi, ungkap menteri.

Dalam industri manufaktur, beberapa bidang bisnis dibuka untuk investasi jasa seo terbaik dan berkualitas, yaitu industri rajutan; industri karet remah; industri kue kelapa; industri sumber kedelai; pengolahan susu; Susu kental manis; produk berbasis kayu; industri minyak atsiri; dan industri paku, mur, dan baut.

Menteri menambahkan bahwa relaksasi di sektor bisnis ini dilakukan atas dasar alasan yang kuat. Misalnya, karet remah dihilangkan dari DNI, karena selama periode 2012-2016, jumlah bisnis yang beroperasi di sektor itu hanya meningkat satu unit, dari 201 menjadi 202 unit.

Hartarto mengatakan bahwa area percetakan kain dan rajutan telah dihapus dari DNI, karena produk-produk dari area ini belum dapat memenuhi permintaan yang meningkat. Permintaan jasa seo berkualitas dan rajutan mencapai 236 ribu ton per tahun, sementara produksi di dalam negeri hanya mencapai 169 ribu ton. Oleh karena itu, impor kain cetak terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk menghentikan impor kain cetak, investasi industri percetakan kain di rumah perlu ditingkatkan. Di sisi lain, persyaratan investasi untuk industri percetakan kain mencapai sekitar Rp100 miliar, skala bisnis yang tidak diklasifikasikan sebagai UMKM, Hartarto menjelaskan.

Karenanya, pelonggaran DNI terbuka untuk investasi dalam dan luar negeri. Namun, ada ketentuan khusus untuk UMKM dan ketentuan yang membatasi investasi asing, ia menjelaskan. Menteri menjelaskan bahwa sektor ini terbuka, karena tidak ada investasi yang signifikan selama tiga tahun terakhir.

Hartarto menyatakan bahwa dalam melonggarkan DNI ini, tidak ada kewajiban bagi industri untuk bekerja sama dengan perusahaan lain di bidang yang sama. Karenanya, kami merilis ini. Kami kemudian memberikan beberapa yang baru untuk UMKM, termasuk industri rumput laut, katanya.




Leave A Comment