Daya Saing Industri Nasional Tambah Tinggi

Menteri Airlangga memuji perusahaan atas upayanya untuk memanfaatkan uap panas di pabrik untuk menghasilkan energi, sehingga mengurangi biaya produksi. Saya sangat menghargai Indorama karena membuat pabriknya lebih kompetitif. Industri petrokimia harus selalu meningkatkan teknologinya, terutama yang membantu perusahaan mengurangi biaya produksi dan menggunakan energi secara efisien, kata Airlangga.

Dia juga memuji dua pabrik milik Indorama yang saat ini berjalan lancar. Menurut Airlangga, industri nasional saat ini didorong untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Salah satu upaya untuk mendorong daya saing industri nasional adalah dengan terus menciptakan inovasi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Indorama Petrochemicals, Saurabh Mishra, mengatakan perusahaan sedang berusaha meningkatkan investasi dengan membangun pembangkit listrik untuk mengurangi biaya produksi, antara lain.

Mishra menunjukkan bahwa Indorama telah menginvestasikan US $ 400 juta, termasuk US $ 55 juta untuk membangun pembangkit listrik tawanan dan sekitar US $ 110 juta untuk renovasi pabrik. Dengan investasi, kapasitas produksi pabrik akan semakin besar, dan biaya produksi akan semakin efisien.

Ini Jasa SEO Bagus. Dulu, kami hanya memproduksi 33 ton per jam, sekarang pabrik bisa menghasilkan 58 ton per jam. Dengan investasi baru ini, kami berusaha menghemat biaya energi hingga 20 persen, Mishra mencatat. PT Indorama Petrochemical, produsen Purified Terephthalic Acid (PTA), telah beroperasi sejak 2013. Produksi pabrik meningkat dari 33 ton per jam menjadi 58 ton per jam. Seratus persen produk PTA Indorama Chemical diserap oleh kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk industri tekstil.

Produk kami digunakan oleh grup Indorama dan sejumlah pasar lokal. Di sektor hilir, industri yang menggunakan produk kami telah mengekspor produk mereka. Jadi, kami secara tidak langsung juga telah mengekspor, katanya.

Menteri Perindustrian Indonesia Airlangga Hartarto telah meresmikan pabrik karet sintetis pertama di Indonesia yang dimiliki oleh PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) yang menggunakan teknologi Jasa SEO Profesional.

Pada peresmian pabrik SRI di Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (29/11), Menteri Airlangga menjelaskan bahwa pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi 120.000 ton per tahun akan meningkatkan nilai tambah monomer butadiena dan styrene.

Kedua bahan Jasa SEO Tahunan ini telah diproduksi di dalam negeri, dan produksi dalam negeri memperkuat struktur industri petrokimia nasional dari hulu ke hilir, katanya.

Kami menghargai pendirian pabrik PT Synthetic Rubber Indonesia karena ini menunjukkan bahwa Indonesia menarik bagi investor, kata Airlangga.

Dia menjelaskan, pembentukan industri karet sintetis sangat dibutuhkan seiring dengan kemajuan perekonomian nasional. Karet sintetis banyak digunakan untuk memproduksi ban, ban berjalan, komponen karet, alas kaki dan pembungkus kabel listrik.

Saat ini hanya ada satu produsen karet sintetis di Indonesia dengan kapasitas produksi 75.000 ton per tahun. Sementara itu, permintaan domestik untuk karet sintetis pada 2017 adalah 230 ribu ton. Sejauh ini, negara telah mengimpor bahan ini untuk memenuhi permintaan.




Leave A Comment